Kamis, 07 September 2017

KOMUNIKASI POLITIK

RAHMAT EFFENDI GANDENG ANGGAWIRA DI PILKADA 2018


A. Latar Belakang

Dunia politik identik dengan rakyat, wilayah, pemerintahan serta kekuasaan. Dalam suatu pemerintahan dibutuhkan seseorang yang memiliki kuasa untuk menjadi seorang pemimpin yang nantinya akan bertugas memimpin serta mengatur masyarakatnya. Dalam menentukan siapa yang pantas dan layak dijadikan pemimpin ada cara yang dilakukan untuk melakukan pemilihan terhadap calon pemimpin tersebut, dengan melakukan pemilihan secara umum (Pemilu). Dan ini sudah dilakukan sejak dahulu kala, pada zaman pemilihan para pemimpin-pemimpin rakyat lainnya. Pemilihan tersebut pastilah ditentukan oleh suara rakyat, karena pemerintahan sendiri terbentuk dari rakyat, dipilih oleh rakyat, dan dikembalikan kembali/ mengabdi untuk kepentingan rakyat. Bukan hanya negara yang memiliki pemimpin, namun dalam lingkup kecil pun dibutuhkan yang namanya pemimpin yang dapat mengatur kinerja masyarakat daerah setempat. Seperti salah satunya adalah Pemilihan Ketua Daerah (Pilkada) dan Wakil Ketua Daerah. Ini membuktikan bahwa seorang pemimpin nomer satu yaitu Presiden juga membutuhkan jajaran anggota untuk membantu menyelesaikan berbagai program kerja Presiden.
Pemilu juga erat kaitannya dengan kampanye yang memunculkan komunikasi politik, yang bertujuan agar hasil yang diinginkan terwujud, seperti halnya mendapatkan banyak dukungan, dan tidak menutup kemungkinan meraih kekuasaan. Nimo (2009:4) menyatakan, komunikasi politik juga membahas hubungan antara komunikasi, kekuasaan dan konflik. Serta strategi komunikasi politik yang dilakukan untuk memengaruhi beberapa pihak agar tertarik ikut mencalonkan sebagai kandidat yang ditentukan.
Salah satu pemilihan ketua daerah yang sebentar lagi akan dilaksanakan periode 2018-2022 yaitu di Kota bekasi, dan serentak dengan pemilu lainnya. Dipastikan Rahmat Effendi akan kembali mencalonkan menjadi Cawalkot. Namun Rahmat sendiri masih mencari kiranya siapa yang akan mendampinginnya menjadi wakil walikota Bekasi pada periode 2018-2022, selama 5 tahun mendatang. Partai Gerindra Kota Bekasi dikabarkan termasuk partai yang diminta untuk mempersiapkan nama yang akan diusung menjadi Wakil Walikota.
Kabarnya, sudah ada pertemuan Rahmat Effendi dengan Ketua DPC Gerindra Ibnu Hajar Tanjung. Soal bakal dipilihnya Gerindra Kota Bekasi, Indra mengatakan sangat mungkin itu terjadi. Jika Gerindra yang akan dipinang menjadi wakil Walikota Bekasi, dia memprediksi yang akan diusung adalah Anggawira. Dari calon yang mendaftar di Partai Gerindra hanya Anggawira, yang berpeluang mendapat rekomendasi dari DPP Gerindra. Karena posisinya sebagai Wakil Ketua DPD Gerindra Provinsi. Anggawira juga dikenal sebagai mantan aktivis dan saat ini menjadi Ketua BPP HIPMI dan pengusaha. Karena profesinya sebagai pengusaha juga membuat Rahmat melirik untuk mau menjadi calon wakil walikotanya. Lalu terjadilah pertemuan antar kedua belah pihak yang memunculkan komunikasi politik. Ini membuat penulis tertarik dengan komunikasi politik seperti apa yang dilakukan Rahmat Effendi untuk mencari dukungan dari anggota Parpol untuk menjadi calon Wakil Walikota Bekasi mendampinginya di Pemilu Pilkada Periode mendatang. Oleh karena itu penulis membuat kerangka pemikiran ilmiah dengan judul "Rahmat Effendi Gandeng Anggawira di Pilkada 2018".

B. Rumusan Masalah
1.  Bagaimana komunikasi politik yang dilakukan Rahmat dalam mempersuasi Anggawira agar mau mencalonkan diri menjadi calon Wakil Walikota Bekasi?
2.  Bagaimana kriteria yang dibutuhkan Rahmat guna menjadi seorang pendampingnya sebagai Wakil Walikota Bekasi?

C. Metode Analisis
    Penulis melakukan metode analisis data terhadap berita yang ada di media online yang berkaitan dengan tulisan Rahmat Effendi dalam mencari kandidat pasangan calon Wakil Walikota Bekasi periode 2018-2022.

D. Teori Analisi

  • Definisi Komunikasi
  • Definisi Komunikasi Politik
  • Strategi Komunikasi Politik
  • Definisi Komunikasi Persuasif
E. Tujuan Analisis
1. Untuk menganalisa pengaruh komunikasi politik yang dilakukan Rahmat Effendi dalam mencari kandidat calon Wakil Walikota Bekasi
2. Untuk mengetahui Komunikasi Politik yang digunakan dalam mempersuasi Anggawira agar mau dicalonkan sebagai Wakil Walikota Bekasi.
3. Untuk mengetahui kriteria yang dicari Rahmat Effendi untuk menjadi pendampingnya sebagai calon wakil walikota di Pemilu Pilkada 2018 mendatang. 

F. Manfaat Analisis
1. Diharapkan dapat memberikan ilmu seputar komunikasi politik yang digunakan untuk mempersuasi pihak yang memiliki kepentingan.
2. Diharapkan dapat membuat seseorang mengetahui teknik komunikasi politik yang digunakan Rahmat Effendi untuk mendapatkan dukungan dalam mencari pasangan sebagai Cawalkot Bekasi dalam pilkada mendatang.

1 komentar: