KOMUNIKASI POLITIK
RAHMAT EFFENDI GANDENG ANGGAWIRA DI PILKADA 2018
A. Latar Belakang
Dunia
politik identik dengan rakyat, wilayah, pemerintahan serta kekuasaan. Dalam
suatu pemerintahan dibutuhkan seseorang yang memiliki kuasa untuk menjadi
seorang pemimpin yang nantinya akan bertugas memimpin serta mengatur
masyarakatnya. Dalam menentukan siapa yang pantas dan layak dijadikan pemimpin
ada cara yang dilakukan untuk melakukan pemilihan terhadap calon pemimpin
tersebut, dengan melakukan pemilihan secara umum (Pemilu). Dan ini sudah
dilakukan sejak dahulu kala, pada zaman pemilihan para pemimpin-pemimpin rakyat
lainnya. Pemilihan tersebut pastilah ditentukan oleh suara rakyat, karena
pemerintahan sendiri terbentuk dari rakyat, dipilih oleh rakyat, dan dikembalikan
kembali/ mengabdi untuk kepentingan rakyat. Bukan hanya negara yang memiliki
pemimpin, namun dalam lingkup kecil pun dibutuhkan yang namanya pemimpin yang
dapat mengatur kinerja masyarakat daerah setempat. Seperti salah satunya adalah
Pemilihan Ketua Daerah (Pilkada) dan Wakil Ketua Daerah. Ini membuktikan bahwa
seorang pemimpin nomer satu yaitu Presiden juga membutuhkan jajaran anggota
untuk membantu menyelesaikan berbagai program kerja Presiden.
Pemilu
juga erat kaitannya dengan kampanye yang memunculkan komunikasi politik, yang
bertujuan agar hasil yang diinginkan terwujud, seperti halnya mendapatkan banyak
dukungan, dan tidak menutup kemungkinan meraih kekuasaan. Nimo (2009:4)
menyatakan, komunikasi politik juga membahas hubungan antara komunikasi,
kekuasaan dan konflik. Serta strategi komunikasi politik yang dilakukan untuk
memengaruhi beberapa pihak agar tertarik ikut mencalonkan sebagai kandidat yang
ditentukan.
Salah satu pemilihan
ketua daerah yang sebentar lagi akan dilaksanakan periode 2018-2022 yaitu di
Kota bekasi, dan serentak dengan pemilu lainnya. Dipastikan Rahmat Effendi akan
kembali mencalonkan menjadi Cawalkot. Namun Rahmat sendiri masih mencari
kiranya siapa yang akan mendampinginnya menjadi wakil walikota Bekasi pada
periode 2018-2022, selama 5 tahun mendatang. Partai Gerindra Kota Bekasi dikabarkan
termasuk partai yang diminta untuk mempersiapkan nama yang akan diusung menjadi
Wakil Walikota.
Kabarnya, sudah ada pertemuan Rahmat Effendi dengan
Ketua DPC Gerindra Ibnu Hajar Tanjung. Soal bakal dipilihnya Gerindra Kota Bekasi, Indra
mengatakan sangat mungkin itu terjadi. Jika Gerindra yang akan dipinang menjadi
wakil Walikota Bekasi, dia memprediksi yang akan diusung adalah Anggawira. Dari calon
yang mendaftar di Partai Gerindra hanya Anggawira, yang
berpeluang mendapat rekomendasi dari DPP Gerindra. Karena posisinya sebagai
Wakil Ketua DPD Gerindra Provinsi. Anggawira juga dikenal
sebagai mantan aktivis dan saat ini menjadi Ketua BPP HIPMI dan pengusaha. Karena
profesinya sebagai pengusaha juga membuat Rahmat melirik untuk mau menjadi
calon wakil walikotanya. Lalu terjadilah pertemuan antar kedua belah pihak yang
memunculkan komunikasi politik. Ini membuat penulis tertarik dengan komunikasi politik seperti apa yang dilakukan Rahmat Effendi untuk mencari dukungan dari anggota Parpol untuk menjadi calon Wakil Walikota Bekasi mendampinginya di Pemilu Pilkada Periode mendatang. Oleh karena itu penulis membuat kerangka pemikiran ilmiah dengan judul "Rahmat Effendi Gandeng Anggawira di Pilkada 2018".
B. Rumusan
Masalah
1. Bagaimana komunikasi
politik yang dilakukan Rahmat dalam mempersuasi Anggawira agar mau mencalonkan
diri menjadi calon Wakil Walikota Bekasi?
2. Bagaimana kriteria
yang dibutuhkan Rahmat guna menjadi seorang pendampingnya sebagai Wakil
Walikota Bekasi?
C. Metode Analisis
Penulis melakukan metode analisis data terhadap berita yang ada di media online yang
berkaitan dengan tulisan Rahmat Effendi dalam mencari kandidat pasangan calon
Wakil Walikota Bekasi periode 2018-2022.
D. Teori Analisi
- Definisi Komunikasi
- Definisi Komunikasi Politik
- Strategi Komunikasi Politik
- Definisi Komunikasi Persuasif
E. Tujuan Analisis
1. Untuk menganalisa pengaruh komunikasi politik yang
dilakukan Rahmat Effendi dalam mencari kandidat calon Wakil Walikota Bekasi
2. Untuk mengetahui Komunikasi Politik yang digunakan
dalam mempersuasi Anggawira agar mau dicalonkan sebagai Wakil Walikota Bekasi.
3. Untuk mengetahui kriteria yang dicari Rahmat Effendi untuk menjadi pendampingnya sebagai calon wakil walikota di Pemilu Pilkada 2018 mendatang.
3. Untuk mengetahui kriteria yang dicari Rahmat Effendi untuk menjadi pendampingnya sebagai calon wakil walikota di Pemilu Pilkada 2018 mendatang.
F. Manfaat Analisis
1. Diharapkan dapat memberikan ilmu seputar komunikasi
politik yang digunakan untuk mempersuasi pihak yang memiliki kepentingan.
2. Diharapkan dapat membuat seseorang mengetahui teknik komunikasi politik yang digunakan Rahmat Effendi untuk mendapatkan dukungan dalam mencari pasangan sebagai Cawalkot Bekasi dalam pilkada mendatang.
ok tapi apakah confirm kasusnya
BalasHapus