Media
Sosial Apa Yang Paling Berpengaruh Dalam Pilpres 2019
Oleh : NURHAYATI
Teknologi pada dasarnya memiliki
kontribusi dalam menciptakan keberagaman media. Teknologi juga memungkinkan
industri media untuk memproduksi media yang lebih beragam, setidaknya ini bisa
dilihat dari konvergensi media yang tidak hanya berada dalam bentuk cetak
semata, tetapi masyarakat bisa menemukan media yang sama dalam bentuk
elektronik. Artinya media saat ini tidak hanya banyak dari sisi jumlah,
melainkan masyarakat diberikan pilihan untuk mengkonsumsi melalui jenis-jenis
medianya, mulai dari cetak, audio-visual, hingga online. Dari beberapa jenis media yang ada, media yang sekarang ini
paling sering digunakan yaitu media online.
Yang didalamnya terdapat media sosial sebagai fitur dari isi maupun konten
didalam media online.
Media sosial merupakan wujud
nyata adanya perkembangan globalisasi yang sekarang ini menjadi salah satu
perhatian khusus dimata dunia. Mengapa? Karena, Media sosial adalah seperangkat
alat yang berbasis internet, dimana alat ini bisa diakses dengan menggunakan jaringan
internet. Tanpa adanya jaringan yang menghubungkan media sosial dengan
internet, alat ini tidak akan berfungsi penuh. Mengapa media sosial
dikategorikan sebagai alat yang sangat penting dan paling sering digunakan oleh
para pengguna atau yang biasa disebut warga netizen,
karena media sosial sekarang ini menjadi bagian hidup masyarakat. Diera
globalisasi saat ini, telah menggiring masyarakat kedalam lingkup dunia yang berbasis
digitalisasi, serta proses penyampaian pesan melalui media pun mengalami pergeseran
penting. Jika media selama ini adalah pusat informasi dan informasi itu
diberikan atau dipublikasikan dengan satu arah atau secara face to face kini media menjadi lebih interaktif. Sesuai dengan
pengertian media sosial menurut ahli, yaitu :
1.
Pengertian Media Sosial
Menurut Ardianto (2016:165), Media sosial
adalah sebuah media online di mana para penggunanya bisa dengan mudah
berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, sosial network atau jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Sesuai dengan penjelasan media sosial
diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, media sosial merupakan sebuah wadah baru
yang digunakan seseorang maupun kelompok untuk melakukan komunikasi, berbagi,
berpartisipasi secara efektif.
Media sosial memiliki banyak sekali macam
fungsi, selain digunakan untuk melakukan komunikasi baik secara antarpersonal
maupun kelompok (grup), media sosial juga efektif sebagai sarana untuk
melakukan penyebaran informasi, yang nantinya informasi tersebut dapat
tersampaikan secara cepat, tepat, merata, dan meluas. Sesuai dengan pengertian
informasi menurut ahli, yaitu :
2.
Pengertian
Informasi
Menurut Berger (2016:79), informasi yaitu untuk mengurangi
ketidakpastian dalam komunikasi. Seringkali dalam kegiatan komunikasi peserta
tidak memahami atau belum memahami apa yang dimaksudkan, maka informasilah
menjadi pengantar untuk memenuhi pemahaman itu. Sedangkan Informasi yang
relevan dan yang tidak relevan. Yang dimaksud dengan informasi yang relevan
adalah informasi yang ada hubungannya atau ada kepentingannya bagi si penerima,
sedangkan informasi yang tidak ada atau sedikit sekali kepentingan bagi si
penerima (Widjaja, 2010:30).
Sesuai dengan penjelasan informasi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa
informasi merupakan, suatu pemberitahuan yang ditujukan untuk banyak orang,
yang bertujuan untuk memberi tau tentang sesuatu hal yang mesti diketahui orang
banyak, ada hubungannya atau tidak informasi tersebut mesti dipublikasikan.
Sesuai dengan perannya media sosial
sekarang ini menjadi salah satu alat yang memiliki banyak fungsi. Banyak juga
orang-orang yang memanfaatkannya baik bagi kepentingan pribadi maupun
kepentingan kelompok, salah satunya didunia politik. Dengan berbagai macam
orang memanfaatkannya, kini fungsi dari media sosial sendiri telah mengalami
pergeseran, sekarang ini bukan hanya digunakan sebagai alat untuk melakukan
penyebaran infromas, maupun komunikasi, melainkan masih banyak lagi macamnya
orang memanfaatkan media sosial salah satunya untuk kepentingan berpolitik
(kampanye). Jadi, sekarang yang menjadi pertanyaan apakah,
3.
Media
Sosial sebagai Alat Kampanye Politik atau hanya sebagai media Penyebar Informasi
?
Jika dilihat dari fungsinya media sosial sebenarnya merupakan alat yang
digunakan untuk melakukan komunikasi serta penyebaran informasi. Media sosial
yang didalamnya meliputi berbagai informasi tentang identitas diri seseorang,
status, postingan artikel, sampai ada yang melakukan transaksi jual beli online dilakukan didalam lingkup sosial
media. Ini menunjukan bahwa betapa dahsyatnya dampak dari mempublish infromasi
kedalam media sosial, yang nantinya apa yang orang lihat didalam media sosial
tersebut, membuat orang lain melakukan aksinya, entah dengan memberikan
komentar, memberikan tanda like,
ataupun sebagainya, yang menunjukan bahwa orang tersebut memberikan efek
terhadap apa yang mereka lihat ataupun dengar di media sosial.
Efektivitas media sosial tidak hanya karena jumlah penggunanya yang masif.
Karakteristik media sosial sendiri juga merupakan kekuatan. Media sosial
adalah sarana untuk komunikasi di mana setiap individu saling memengaruhi.
Setiap orang memiliki pengaruh ke sekelilingnya. Inilah yang menjadi kelebihan
media sosial, efektif sebagai sarana pertukaran ide. Penyebaran berbagai ide,
termasuk isi kampanye via media sosial, yang berlangsung amat cepat dan hampir tanpa
batas. Di sini dapat dikatakan bahwa setiap orang dapat berpengaruh bagi orang
lain. Maka, media sosial tidak lagi berlaku one man one vote,
tetapi satu orang bisa memiliki kekuatan setara puluhan, ratusan, atau ribuan
lebih orang.
Untuk kalangan yang relatif terdidik, kampanye menggunakan media sosial
lebih efektif ketimbang baliho dan spanduk dan lebih percaya pada perkataan
teman atau koleganya di media sosial. Sifat kampanye di media sosial bisa
merupakan kebalikan dari kampanye di dunia nyata. Jika di dunia nyata kampanye
begitu berisik, keras suaranya tapi tanpa bukti nyata hanya orasi-orasi sekedar
wacana belaka, di media sosial adalah antitesis dari berisik dan bising
tersebut, yaitu bermakna setiap suara punya arti, memiliki pembuktiannya
sendiri-sendiri.
Di sisi lain perlu ada regulasi yang jelas dan komprehensif. Kecurangan
dan pelanggaran amat mungkin terjadi saat regulasi yang ada memiliki banyak
celah. Amat mungkin terjadi kampanye di media sosial saat masa tenang dan pungut-hitung.
Permenkominfo No 14/2014 tentang Kampanye Pemilu melalui Penggunaan Jasa
Telekomunikasi perlu disosialisasikan dan diperkuat dengan peraturan KPU dan
peraturan Bawaslu.
Potensi pelanggaran lainnya terkait kejelasan aktor dan materi kampanye.
Perlu ada aturan yang jelas untuk mencegah kampanye yang bersifat fitnah,
maupun yang tujuannya menjatuhkan paslon lain. Media sosial dapat menjadi
solusi meminimalkan ketidakadilan. Media sosial dapat jadi penyeimbang media
siaran televisi yang sekarang tak lagi mampu mempertahankan independensi dan
keadilannya. Televisi dimiliki pengusaha yang sekarang masuk berbagai partai.
Kondisi ini menyebabkan media televisi tersebut menjadi corong partai politik
sang pemilik. Di sinilah peran media sosial dibutuhkan.
4.
Lalu media sosial apa yang paling efektif
digunakan untuk kampanye politik?
Media sosial juga bisa menjadi alat jitu kampanye paslon dengan
melakukan pencitraan melalui postingan yang didalamnya berisikan berbagai
berita positif dengan berbagai
penghargaan untuk menunjukan elektabilitas paslon yang dimiliki, ini juga bisa
mempengaruhi siapapun yang melihatnya. Salah satu media sosial yang efektif
digunakan menurut penulis yaitu Facebook,
mengapa ? karena facebook sendiri
merupakan media sosial yang terbilang memiliki pengguna terbanyak, ini
ditunjukan pada artikel yang menyatakan bahwa facebook capai pengguna terbesar didunia. Menurut penulis facebook ini tepat digunakan paslon
untuk melakukan kampanye, guna mencapai sasaran penggunanya.
5.
Kesimpulan
Media sosial tidak hanya
digunakan sebagai alat untuk penyebaran informasi. Tetapi diera saat ini,
fungsi dari media bermacam-macam salah satunya yaitu melakukan kampanye
politik. Namun, dalam memanfaatkan media sosial ini mesti disesuaikan dengan UU
IT yang berlaku serta peraturan KPU dan peraturan Bawaslu. Media sosial yang
efektif digunakan untuk melakukan kampanye adalah melalui facebook. facebook sendiri merupakan media sosial yang terbilang
memiliki pengguna terbanyak, ini ditunjukan pada artikel yang menyatakan bahwa facebook capai pengguna terbesar didunia.